Home » Berita (Page 7)

Category Archives: Berita

Promovendus

previous arrow
next arrow
Slider

Permulaan dari Sebuah Akhir

By :

Maratus Sholikah

 

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah suatu program dalam menerapkan ilmu pengetahun yang kita miliki baik berupa teknologi, seni, pendidikan atau ekonomi dalam upaya meningkatkan kualitas bangsa ini. Adanya komitmen didalam melaksanakam PKM ini, salah satunya kerjasama dengan komponen masyarakat yang akan dibantu atau diberdayakan dalam program yang kita miliki.

Sesuai dengan hal tersebut, salah satu Asisten Dosen Stai Darussalam Nganjuk mencoba untuk membuat proposal PKM dan kemudian menggali data sesuai dengan keperluan yang inginkan. Satu bulan berlalu dengan persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring. Tepatnya PKM ini berjudul Pendampingan Guru Madrasah Diniyah dan TPQ melalui Pelatihan Pembelajaran Metode Tilawati di Dusun Kedunggalih Desa Kedungglugu Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk.

Berawal dari ketertarikan kami terhadap salah satu aset Institusi yang ada di Dusun Kedunggalih ini yakni TPQ dan Madin Al Hikmah, di mana santrinya cukup banyak. Hanya saja pembelajaran yang dilaksanakan belum dapat mencapai target untuk hasil yang sesuai dengan visi misi dari lembaga tersebut.

Mengapa kami mengambil judul tersebut, karena dari analisa kami ketika lembaga tersebut memiliki satu metode membaca Al Quran yang dikuasi maka besar kemungkinan problematika dari lembaga tersebut satu persatu akan terselesaikan. Mulai dari sisi santrinya, pembiyaannya, kualiyas usztdz ustdzahnya, dan komponen lainnya.

Alhamdulillah awal dari tindak lanjut proposal PKM ini sudah selesai. Pendampingan selama dua hari telah berlalu. Program ini berjalan sesuai dengan rencana kami, bahkan tanpa disangka ditengan pembelajaran pada hari pertama pendampingan hadir peserta baru yang sebelumnya tidak terdata.

Seusai pendampingan di hari kedua, salah satu peserta menyatakan,
“Jika dibilang kurang ya kurang, maunya setiap hari belajar bersama,, agar menguasai seutuhnya” Ujar Pak Jupri selaku Kepala Lembaga tersebut.

Hari ini sekaligus pemberian tali asih dari mahasiswi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) pada salah satu subyek dampingan mereka pada santri Madin dan TPQ al-Hikmah.

Meraka mengharap follow tindak lanjut dari program tersebut. Kami sangat senang sekali mendengar harapan dari para peserta. Semoga hal tersebut dapat kami realisasikan.

PKM itu mudah. Mengabdi pada masyarakat itu tugas kami. Masyarakat butuh uluran tangan para ilmuan. Siap berjuang untuk membumikan pengetahuan.

Kedunggalih, 13 November 2018

LAGI, PROGRAM II POKJA PILANGGLENTENG SUKSES DIGELAR

By :

Yusuf Hamidi

Setelah sukses menyelenggarakan program I bidang sosial dengan tema Revitalisasi seni islami sebagai media da’wah beserta ibu-ibu, karangtaruna putri dan anak-anak, Pokja Pilangglenteng (PeGe) kembali menggelar program berikutnya, kini sasaran yang dibidik adalah tenaga pendidik dan manejerial TPQ dampingan.

Dengan sisa semangat yang tetap mengembara di sela-sela padatnya kegiatan, program ke II mengusung tema Peningkatan Kompetensi Guru dan Manajerial TPQ al Maghfirah dengan kemasan workshop. Acara ini dihadiri oleh beberapa unsur di antaranya dari unsur guru sebanyak sembilan orang, unsur togamas tiga orang dan juga diikuti oleh segenap perserta KPM Staida 2018.

Dalam pelaksanaannya, sengaja workshop digelar pada malam hari selepas shalat isya’ dikarenakan para peserta mayoritas bermata pencaharian petani sehingga mereka sibuk di sawah pada siang dan sore harinya.

Dari workshop ini, Pihak pengelola TPQ menginginkan para pendidik memiliki keahlian di bidang pengajaran dan pendidikan yang mutakhir dan modern, sehingga para guru terdidik itu dapat mengabdi layaknya guru proffesional.

Selain peningkatan kompetensi guru, juga disentuh tentang tata kelola keadministrasian yang berbentuk pendampingan, karena yang ke dua tidak cukup hanya dalam waktu semalam.

Pihak pengelola TPQ juga ingin mengetahui secara detail tentang gambaran serta perbedaan antara TPQ dan Madin, karena sebagaimana diketahui bersama, TPQ yang mengasuh santri sejumlah sembilan puluh dua anak dan diasuh sembilan pendidik ini hingga kini belum mengantongi ijin operasional dari dinas terkait. Hal itu yang mendorong kesemangatan Pokja PeGe untuk memilih program ini.

Dalam acara tersebut, Pokja PeGe mengundang pemateri yang memiliki kapasitas andal di bidangnya masing-masing. Bidang kompetensi guru diisi oleh Bp. Ahmad Saifuddin, M.PdI. Pengelola sekaligus guru TPQ ini juga masih tercatat sebagai dosen tetap STAIDA. Beliau memaparkan banyak hal secara operasional dan tehnis yang berlaku di TPQ.

Dalam bidang ke-Madin-an, Pokja PeGe mendatangkan langsung pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Nganjuk, Moh. Bisri, S.PdI. Selain memaparkan beberapa hal tentang perbedaan-perbedaan antara TPQ dan Madin, alumnus Krempyang ini juga menjelaskan secara detail tentang jenjang-jenjang yang ada di Madin dan juga dipaparkan berkaitan dengan teknis pengajuan ijin operasional Madin.

Dalam acara yang dikemas santai ini juga dibuka diskusi antara pemateri dengan para guru. Dengan semangat dan antusias para pengurus dan guru mengutarakan segala problematika operasional dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari.

Semoga dengan terselenggaranya acara ini, semua hajat dapat terpenuhi baik dari program peserta KPM, PKM dosen, guru-guru TPQ dan Madin serta tenaga Manajerial.

PeGe. 14/11/2018
PeGe.jaya

SEMANGATMU MENDAHULUIKU

By :

Yusuf Hamidi

Disiplin yang tinggi dan semangat 45 yang dimiliki masyarakat dampingan Pokja Pilangglenteng (PeGe) dalam setiap melakukan kegiatan keagamaan memang patut untuk dijadikan suri tauladan. Entah apa yang memotivasi mereka hingga menjadi demikian. Para mahasiswa harus belajar banyak terkait hal itu kepada masyarakat PeGe.

Kepatuhan serta loyalitas warga setempat pada pimpinan seolah menegaskan pesan pengasuh saat bimtek peserta KPM tempo hari. Para mahasiswa seolah dihadapkan langsung pada kasuistik “Atii’u Ulil Amri” tanpa mengenal batasan usia dan strata akademik, sekali yang dituakan bilang A, maka A yang dilakukan dan begitu seterusnya.

Pada satu waktu para mahasisswa hendak menjalankan kerja bhakti bersama warga untuk persiapan lailatul ijtima’ tingkat kecamatan, waktu telah disepakati dan diputuskan pukul 14.00 mulai, namun karena pagi hari mahasiswa baksos di area publik lain, kelelahanpun menyerang mereka dan baru berangkat pukul 14.30.

Keterlambatan itu menjadikan terlambat pula kerja bhakti mereka, karena sesampainya peserta KPM di masjid, semua warga telah duduk santai menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh ibu-ibu dan kerja bhakti pun telah usai tanpa peserta KPM.

Akhirnya para peserta KPM beralih pada area kamar mandi untuk dibersihkan sesaat setelah mereka bercengkerama dengan warga sambil menahan malu. Semoga dengan kejadian ini para mahasiswa dapat mengambil pelajaran tentang kedisiplinan dan kesemangatan mengabdi pada masyarakat. Amin

Pilangglenteng, 13/11/2018

Senjayan Mengaji

salah satu program dampingan yang akan menjadi program jangka panjang di Desa Senjayan adalah kajian kitab Risalatul Mahidl bagi remaja putri Dusun Senjayan . Ini merupakan program jangka panjang yang akan diteruskan oleh ibu fatayat. pengajian ini bertujuan agar para peserta pengajian lebih mengerti hal hal yang berkaitan dengan kewanitaan dalam perspektif Agama Islam.

Kunjungan Pengasuh ke KPM STAIDA 2018

Dalam pelaksanaan KPM STAIDA 2018, dibutuhkan koordinasi dan monitoring yang kontinyu. hal ini dilakukan agar hasilnya lebih efektif dan maksimal.

salah satu kunjungan yang dinantikan adalah kunjungan pengasuh Pondok dan Yayasan. kunjungan ini merupakan kunjungan evaluasi dan kunjungan orang tua terhadap anaknya. kunjungan berharga ini dihadiri oleh KH.Ridwan Syaibani pengasuh ponpes Mifthul Mubtadiin. Beliau  memberikan arahan & msukan yg signifikan kepada peserta KPM. kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali ghiroh mahasiswa dalam KPM.

TAK KU AMBIL BINATNYA

By : Yusuf Hamidi

Empat hari bermukim di Basecamp Pilangglenteng, tiga malam berturut-turut peserta KPM juga diundang untuk mengikuti kondangan hajatan masyarakat kampung layaknya penduduk setempat , itu artinya keberadaan peserta KPM sudah “dianggap dan diakui” bagian dari mereka.

Kesempatan emas tersebut juga dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk menggali dan mendalami lebih dalam aktivitas, karakter serta sikap dari objek dampingan demi kepentingan program mereka.

Namun di tengah aktivitas yang melibatkan hampir masyarakat satu dusun itu, dijumpai kebiasaan yang unik dan cukup menyita perhatian para mahasiswa, yaitu jika didapati binat (amplop yang berisi uang) di setiap “berkat” atau paket konsumsi yang diterima para tamu undangan, maka dengan bergegas masyarakat mengumpulkan “binat” itu pada satu orang yang telah dipercaya untuk membawa KAS keuangan, namun tetap diingatkan oleh pemuka agama bahwa pengumpulan tersebut hanya bagi yang mau dan ikhlas untuk menyedekahkan, tiada paksaan untuk mengumpulkannya.

Uang kas yang terkumpul itulah yang akan menyokong segala kegiatan keagamaan di dusun tersebut, hal itu terbukti dengan banyaknya dukungan masyarakat pada setiap program yang dijalankan oleh peserta KPM, baik kontribusi berupa sar-pras, konsumsi bahkan bisyaroh pengisi acara. Sebuah pembelajaran yang mahal dan berharga.

PKM Pilang Glenteng Beraksi

salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa pilangglenteng adalah pendampingan sekolah TK di daerah tersebut. hal ini disambut antusias oleh kepala sekolah TK tersebut. beliau merasa terbantu dengan adanya mahasiswa KPM STAIDA 2018. banyak hal dilakukan oleh para mahasiswa, salah satunya adalah penerapan nilai nilai islami dan perilaku sopan santun yang selama ini sudah jarang dilakukan. hal ini menimbulkan hal yang sangat positif. orang tua dan sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya KPM ini.

 

Pokja PG dan TPQ al-Maghfiroh

By : Yusuf Hamdi

Kesemangatan dan antusias peserta KPM Pokja PeGe memang patut untuk diacungi jempol, upaya mereka untuk menggelar beberapa program dampingan dilakukan dengan berbagai hal, salah satu di antaranya adalah dengan menggelar kegiatan pawai ta’aruf.

Upaya pengenalan diri dilakukan untuk membantu melancarkan segala kegiatan dan program yang hendak dijalankan atau setidaknya mereka tahu akan keberadaan peserta KPM di dusun mereka. Sehingga saat giat dijalankan mereka tidak kaget dan bertanya-bertanya.

Kegiatan pawai diikuti oleh santri TPQ al Maghfirah PeGe yang notabene mereka adalah siswa SDN, artinya kegiatan pawai harus dilakukan sore hari agar tidak mengganggu aktivitas sekolah mereka, padahal semua tahu kegiatan sore hari sangat rawan akan cuaca yang kurang mendukung, jika pawai adalah plan A, maka harus ada plan B sebagai langkah antisipasi jika hujan datang.

Dengan penuh keyakinan dan semangat, segala perlengkapan pawai dipersiapkan mulai dari banner, konsumsi, kendaraan, pengeras, jenset, pihak-pihak yang terlibat dan sebagainya. Semoga keinginan mereka terpenuhi dengan dapatnya digelar acara yang telah terkonsep cukup lama ini.

Dan jika memang cuaca tak sesuai dengan perencanaan, maka akan dijalankan plan B yaitu dengan acara PeGe bershalawat. Sebuah acara yang memang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar santri TPQ selama ini. Semoga lancar semua baik plan A ataupun plan B.

Animo Masyarakat dengan KPM STAIDA 2018

previous arrow
next arrow
Slider

Pembenahan Infrastruktur Masjid oleh KPM STAIDA

Dalam pendampingan masyarakat, banyak hal yang dapat dilakukan, diantaranya adalah perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk memaksimalkan kegiatan KPM. salah satunya adalah perbaikan dan pembangunan lingkungan sekitar masjid dimana tempat pendampingan berada.

salah satunya dalah pendampingan perbaikan area masjid di Kalangan. para mahasiswa dan pemuda Karang taruna  bahu membahu dalam melaksanakan kegiatan tersebut. hal ini dilakukan agar para jamaah mesjid merasa nyaman dalam beribadah.

June 2019
M T W T F S S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

VISITOR

Flag Counter