Home » Berita (Page 3)

Category Archives: Berita

Promovendus

previous arrow
next arrow
Slider

Membludaknya Peserta Worskhop Literasi

By :

Toha Ma’sum

Membangun budaya literasi harus terus ditegakkan. Apalagi di kalangan pesantren, sekolah dan siswa, tradisi baca dan tulis mutlak harus dibiasakan. Harapannya, anak-anak sekolah dan pesantren akan termotivasi dalam membaca lalu dituangkan ke dalam tulisan karyanya sendiri.

Dalam upaya meningkatkan gerakan literasi di sekolah dan pesantren serta perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Agama Islam STAIDA Krempyang mengadakan acara yang bertajuk  “PESANTREN DAN BUDAYA LITERASI”  pada Rabu, 12 Desember 2018.. Bertindak sebagai nara sumber: ibu Nuril Hidayah, S.Th.I., MA. dari Jombang, Dosen STAI Muhammadiyah Probolinggo ini dikenal sebagai aktivis literasi yang pandai menyulut dan memotivasi para peserta yang giat di dunia literasi. Acara dibuka oleh Ketua STAIDA, DR. Burhanudin Ubaidilllah LC, MAg. Diikuti oleh civitas akademika STAIDA dan Pesantren, diantaranya Dosen yang hadir 20 lebih, mahasiswa berjumlah kurang lebih 238 orang, dari semestert 2 sampai smt 8.

Dalam workshop ini, peserta dilatih untuk memperbanyak kosakata sebagai syarat untuk memahami bacaan dan modal dasar untuk menulis. Para peserta sangat antusias mengikuti latihan . Selain itu, peserta juga dilatih untuk menulis setelah membaca berdasarkan apa yang dirasakan dan apa yang dialami. Sehingga nantinya, karya peserta nantinya dapat dipublikasikan, baik di majalah dinding atau diterbitkan menjadi buku.

 

MENANAMKAN BUDAYA GEMAR MENULIS DI LINGKUNGAN STAIDA

By :

Yusuf Hamidi

Pembiasaan menulis di kalangan akademik seperti kampus kini memang masih sangat rendah, maka dibutuhkan stimulus untuk mendorong mereka agar membiasakan untuk menulis aneka ragam permasalahan.

Menulis sementara bukanlah menjadi hobi pilihan para mahasiswa untuk saat ini, meski sebenarnya kemampuan menulis di kalangan para remaja sangat potensial untuk dikembangkan.

Dan kenyataannya di kalangan pesantren saat ini hanya mahir dalam penyampaian-penyampaian namun tidak piawai dalam pengembangan penulisan meski tidak semuanya.

Berangkat dari analisa di atas, pengurus STAIDA ingin menanamkan budaya menulis di kalangan mahasiswa dengan menggelar seminar pada Kuliah Umum semester genap tahun ajaran 2018/2019 bertajuk PESANTREN DAN BUDAYA LITERASI pada Rabu, 12 Desember 2018.

Sebagai pemateri pada seminar ini adalah ibu Nuril Hidayah, S.Th.I., MA. dari Jombang. Berbekal pengalamannya di MAFINDO Jombang, Dosen STAI Muhammadiyah Probolinggo ini dikenal sebagai aktivis literasi yang pandai menyulut dan memotivasi para peserta. Literasi Digital menjadi pokok pembahasan yang beliau titik tekankan pada seminar kali ini.

Kuliah umum diikuti oleh semua mahasiswi mulai dari semester 2 sampai semester akhir. Seminar diselenggarakan di Aula al Ummah lt. 2 kampus STAIDA. Suasana yang sedikit panas seolah ikut menyulut semangat dan menghangatkan berjalannya acara sore ini.

Pengurus berharap dengan digelarnya acara ini para mahasiswa dapat memiliki hobi baru yaitu menulis dan dapat mengembangkannya pada dunia akademis mereka.

STAIDA adakan Ujian Kendali Mutu

STAIDA menggelar UKM ( Ujian Kendali Mutu), yaitu ujian mata kuliah khusus yang telah ditetapkan oleh KOPERTAIS IV Surabaya. UKM diselenggarakan dalam rangka untuk mengendalikan dan menjaga kualitas mahasiswa, trmasuk di STAIDA.
Dalam penyelenggaraannya, peserta UKM adalah mahasiswa aktif yg telah lulus mata kuliah yang ditempuh. Mata Ujian UKM telah ditetapkan oleh KOPERTAIS, dimana masing-masing program studi harus menyelesaikan 14 Mata Ujian.
Sinergitas antara STAIDA dan KOPERTAIS untuk meningkatkan kualitas pendidikan menjadi suatu keniscayaan.

Warisan Yang bermanfaat

By :

Dosen dan Mahasiswa KPM Senjayan

المرأة عماد البلاد، اذا صلحت صلح البلاد، واذا فسدت فسد البلاد
Perempuan, dari asal kata empu, yakni orang yang mempunyai kehormatan dan budi yang luhur.
Dimana generasi pertama kali mendapatkan pendidikan dari perempuan,.
Karena begitu hebat dan pentingnya seorang perempuan, menjadi sangat penting baginya mengetahui dan mengerti bagaimana menjaga dan mempersiapkan dirinya untuk menjadi bagian terpenting dari sebuah generasi.
Pun tentang masalah yang pasti akan dihadapi, permasalahan kewanitaan(fiqh wanita) terutama masalah haidl dan yang berhubungan dengannya,.

Dusun Senjayan di mana banyak remaja yang mulai tumbuh dewasa dan sangat perlu untuk mengetahui dan mengerti tentang masalah haidl, karena kepedulian dari salah satu tokoh agama, beliau meminta adanya kajian tentang fiqh wanita, yakni kajian kitab risalatul mahidl yang disampaikan oleh peserta KPM dan selanjutnya setelah kegiatan KPM selesai, akan dilanjutkan oleh tokoh agama setempat.
Selain kitab risalatul mahidl, peserta menyimpulkan masalah” yang berhubungan dengan haidl melalui skema sederhana yang bisa dengan mudah difahami.

PHBS, bukan lagi sekedar Kewajiban tapi Kebutuhan.

By :

Dosen dan Mahasiswa KPM Kedunggalih

Menghadapi musim penghujan memerlukan persiapan ekstra, tak terkecuali bagi siswa-siswi di SDN kedungglugu. Terlebih musim penghujan kali ini bebarengan dengan musim UAS, yang mana pesertanya tak hanya harus mempersiapkan pikiran, namun juga kondisi kesehatan.

Berkaitan dengan hal tersebut, peserta KPM bekerja sama dengan Kepala sekolah dan Guru di SDN kedungglugu untuk mengorek kembali ingatan dan mofivasi anak didiknya terkait pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kami sebut mengorel kembali sebab dahulu sudah pernah ada sosialisasi semacam ini dari Puskesmas, namun saat ini realisasi dan efeknya masih tergolong kurang terlihat.

Sosialisasi yang dilakukan peserta KPM meliputi penyampaian materi cuci tangan dan sikat gigi dengan baik dan benar yang disampaikan dengan cara yang menarik dengan didukung video yang interaktif serta permainan dan hadiah yang dapat menarik antusiasme peserta sosialisasi. Tidak hanya materi, setelahnya seluruh peserta yang berjumlah 60an siswa ini diajak praktik bersama, hal ini dimaksudkan agar peserta tidak hanya mendengarkan materi, namun mengetahui bagaimana pelaksanaannya.

“Sosialisasi semacam ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, juga bagi guru agar lebih termotivasi untuk ikut serta dalam menjamin keberlanjutan kegiatan” Ujar Bapak Masluri, Kepala SDN kedungglugu yang ditemui peserta KPM setelah kegiatan sosialisasi.

Harapan dari semua pihak setelah sosialisasi dilaksanakan adalah PHBS bukan lagi menjadi kewajiban yang dijalankan karena suruhan apalagi paksaan, namun menjadi sebuah kesadaran untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari siswa baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Memantik Semangat Belajar Al-Qur’an Sepanjang Hayat

By :

Dosen dan Mahasiswa KPM Kedunggalih

Al-qur’an merupakan sumber utama dalam menginterpretasikan kehidupan manusia yang beradab. untuk memahaminya, maka perlu dibiasakan untuk membaca dan menelaahnya. salah satu kegiatan KPM adalah pendampingan membaca al-Qur’an. latar belakangnya adalah bahwa kegiatan membaca al-Qur’an sudah banyak ditinggalkan. hal ini sangat disayangkan, dikarenakan para pemuda dan penduduk desa lebih banyak sibuk dalam urusan duniawi.

“Hanya beberapa orang mbak yang sudah bisa baca Al-Qur’an jadi kalo khataman ya ndak banyak yang datang, dulu sudah pernah diajak belajar, tapi ndak bertahan lama kegiatannya” kalimat ini yang dilontarkan Ibu Samini selaku Pengurus Muslimat ketika peserta KPM melakukan Ansos dan bertanya kepada beliau terkait kegiatan keagamaan di Dusun Kedunggalih. Fakta ini memunculkan gagasan untuk mengajak kaum ibu di sekitar lokasi live in untuk belajar mengaji bersama. Sebuah tantangan bagi peserta KPM yang biasanya mendampingi mengaji anak-anak, bagaimana membangun motivasi ibu-ibu agar tidak ragu apalagi malu belajar lagi dari nol. Namun hal ini tentu tidak menyurutkan niat peserta KPM untuk mengabdi dan melaksanakan program.

Di tengah kegalauan pelaksanaan program, sebuah kabar baik datang &”Mbak, ini sudah ada beberapa ibu-ibu yang berminat belajar ngaji” melalui pesan singkat Bu Samini yang merupakan aktor sekaligus partner peserta KPM memberikan angin segar dan membangkitkan keyakinan serta semangat peserta KPM yang sudah beliau anggap anak-anaknya sendiri.

Pelaksanaan pembinaan baca al-Qur’an ini dilaksanakan setiap hari sehabis jamaah sholat maghrib, pesertanya memang tidak terlalu banyak, namun kami (peserta KPM dan aktor) meyakini bahwa sedikit orang ini nantinya akan mampu mengajak warga yang lain untuk belajar bersama. Hal ini dibuktikan dengan sudah dilakukannya koordinasi dengan tokoh agama setempat beberapa hari setelah pembinaan dimulai, bahwa program keagamaan ini pasti akan dilanjutkan dengan serius.

Wujud dari keseriusan ini adalah beberapa hari setelah kepulangan peserta KPM, bagian humas menerima foto kegiatan &”Pembukaan Pengajian Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu warga dusun Kedunggalih” yang dipimpin langsung oleh Bpk. K. Mustain dan dihadiri oleh tokoh agama hingga tokoh pemuda.

“Alhamdulillah sudah dibuka secara resmi oleh Bpk. Kyai di gedung belakang Masjid, insyaalloh dibimbing oleh bapak Kyai dan dibantu Mbak-mbak dari TPA, Terimakasih mbak ini juga atas inisiatif dan kerja keras sampean semua, doakan semoga bisa istiqomah” syukur luar biasa tidak hanya terucap dari warga Kedunggalih, namun juga seluruh peserta KPM dan DP-DPL Kedunggalih.

Kesuksesan program keagamaan ini semoga selalu menjadi motivasi, tidak hanya bagi warga Kedunggalih, namun bagi seluruh pihak yang terlibat, bahwa belajar tidak berhenti setelah sekolah tamat, namun benar-benar sepanjang hayat.

Proyeksi, 2020 Kalangan Jadi Pusat Pendidikan Agama Islam se-Kecamatan gondang

By

Mas Mus dan KPM Mahasiswa Kalangan

Program Pelatihan guru TPA dilaksanakan pada hari kamis tanggal 15 November 2018 dimulai pukul 15.00 WIB melibatkan tiga guru TPA dan beberapa warga kalangan yang memliki potensi dan jiwa mengajar yang bisa menjadi tumpuan harapan warga masyarakat kalangan dalam upaya mewujudakan harapan masyarakat kalangan. Para peserta pelatihan ini kemudian di motivasi dengan beberapa sugesti-sugesti tentang keuntungan dan kemulyaan menjadi seorang guru TPA di tambah dengan beberapa dalil-dalil dan didukung dengan tampilan slid-slid layar LCD Proyektor yang menambah kemantapan dalam meyakinkan para peserta untuk menjadi pengajar yang amanah dan istiqomah.
Pelatihan guru TPA adalah salah satu program yang di buat oleh kelompok kalangan yang di harapkan akan membawa ke peradaban yang agamis dan berahlak sesuai tuntunan agama, maka dari itu bibit yang membawa perubahan yakni tidak lain adalah generasi-generasi melineal yang perlu dipupuk sehingga dapat mewujudkan peradaban yang agamis. Peran tenaga pengajar yang amanah dan istiqomah sangat diperlukan guna memperlancar tercapainya cita-cita yang di harapkan oleh masyarakat kalangan, untuk itu pelatihan guru TPA perlu adanya guna merealisasikan visi dan misi yang di harapkan.
Hasil ataupun tanggapan dari para peserta pelatihan sangat memuaskan pihak panitia pelaksana yakni sangat tertarik dengan tawaran untuk menjadi seorang pengajar di TPA At-taubah. Harapan dari pihak panitia ialah, agar apa yang telah ditanggapi oleh para peserta pelatihan dapat di buktikan sebagaimana mestinya, sehingga program yang telah dibuat ini tidak hanya menjadi fiktif belaka, dikarenakan harapan warga masyarakat dan kondisi yang bisa dikatakan memprihatinkan dalam masalah agama ini membutuhkan bibit-bibit penerus yang memiliki keunggulan dalam bidang agama yang dapat membawa perubahan bagi masyarakat warga kalangan.

Membangun Kalangan yang Islami melalui TPA At-Taubah

By :

Mas Mus dan Mahasiswa KPM Kalangan

TPA_KALANGAN_JAYA
TPA merupakan lembaga pendidikan islam yang paling berpengaruh di masyarakat setelah pondok pesantren. Di desa kalangan terdapat sebuah TPA yang baru berdiri pada tahun 2017, tepatnya pada tanggal 01 Mei 2017 walaupun baru berdiri TPA ini memiliki lumayan banyak yakni 63 yang masing-masing murid memiliki atnusias yang tinggi untuk berubah dan bangkit dari keterpurukan, teruama pada bidang agama. TPA ini diparkasi oleh Pak Samsul selaku tokok agama masyarakat dusun Kalangan. Kegiatan TPA ini dilaksanakan di masjid At-Taubah yang mana guru dari TPA ini dimabil langsung dari desa Senjayan, dan bisyarohnya diambilkan dari anggaran desa. Dengan banyak nya murid dan sedikitnya tenaga pendidik kelompok kerja Dusun Kalangan mengadakan program pemberdayaan kapasitas tenag pendidik dan mengajukan izin operasional TPA ke Kemenag agar semangat dari guru yang sudah mengajar semakin meningkat dan bagi yang belum mengajar tertarik untuk membantu guru yang sudah ada.
Program yang diadakan oleh kelompok kerja dusun Kalangan in meliputi pengajuan izin operasional yang didalamnya terdapat pengadaan Sarpras TPA, mengadakan papan nama TPA serta logo dari TPA tersebut.

Regenerasi Islami di Kalangan

By :

Mas Mus n anggota KPM kalangan

ba’da isya’ salah satu peserta KPM dihampiri oleh warga dan berkata “mas cah cilik2 sampeyan warai adzan karo pujian nggeh, ben sing adzan karo pujian enek bedani lan mundak apik”
Setelah permintaan itu kordes dsn kalangan minta salah satu anggotanya yang bernama Rozie untuk membuatkan kumpulan pujian-pujian yang mudah ditirukan oleh anak2.
Dalam kumpulan pujian itu berisikan 7 macam pujian, antara lain : kisah rosul, allahu kaafii, mu’taqod 50, sholawat asghil, sholawat badriyah, ya habibal qolbi dan sholawat tibbil qulub.
Adapun pengajaran pujian tersebut dilaksanakan kondisional, dimana ada waktu longgar dan anak kecil meminta diajari peserta KPM siap melayani.
Dengan menghitung hari anak2 antusias dalam hal ini, setelah adzan anak2 Dengan suka hati melantunkan pujian secara bergantian.
Semoga manfaat dan barokah bagi warga dsn Kalangan.
18 november 2018

Tangisan perpisahan KPM

By
Mas Mus n anggota KPM kalangan

Tangisan membanjiri SDN mojoseto ketika peserta KPM menyatakan pamitan kemarin tanggal 17 november 2018. Dengan acara penyerahan tali asih dan dilanjutkan mushofahah bersama guru dan murid2 dengan diiringi sholawat membuat banyak siswa siswi dan peserta KPM tidak dapat membendung air matanya karena merasa kehilangan.
seminggu terakhir ini merupakan hari-hari penuh dengan kebersamaan yang sangat erat bagaikan sepasang merpati yang akan tetap terkenang bagi peserta KPM dan semua warga SDN Mojoseto.
“Andai kami diizinkan untuk tetap tinggal disini kami akan siap untuk berjuang bersama” Ungkapan dari salah satu peserta KPM ini menggambarkan sudah melekatnya hati kami dengan masyarakat yang ingin maju dalam agama..
Sungguh 10 hari yang sangat berharga sekali bagi peserta KPM. Bukan soal berapa mahal apa yang diberikan bagi kita, akan tetapi kebahagiaan kami ketika terjun dan berjuang bersama masyarakat Mojoseto.

June 2019
M T W T F S S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

VISITOR

Flag Counter