Home » 2018 » November » 26

Daily Archives: November 26, 2018

Warisan Yang bermanfaat

By :

Dosen dan Mahasiswa KPM Senjayan

المرأة عماد البلاد، اذا صلحت صلح البلاد، واذا فسدت فسد البلاد
Perempuan, dari asal kata empu, yakni orang yang mempunyai kehormatan dan budi yang luhur.
Dimana generasi pertama kali mendapatkan pendidikan dari perempuan,.
Karena begitu hebat dan pentingnya seorang perempuan, menjadi sangat penting baginya mengetahui dan mengerti bagaimana menjaga dan mempersiapkan dirinya untuk menjadi bagian terpenting dari sebuah generasi.
Pun tentang masalah yang pasti akan dihadapi, permasalahan kewanitaan(fiqh wanita) terutama masalah haidl dan yang berhubungan dengannya,.

Dusun Senjayan di mana banyak remaja yang mulai tumbuh dewasa dan sangat perlu untuk mengetahui dan mengerti tentang masalah haidl, karena kepedulian dari salah satu tokoh agama, beliau meminta adanya kajian tentang fiqh wanita, yakni kajian kitab risalatul mahidl yang disampaikan oleh peserta KPM dan selanjutnya setelah kegiatan KPM selesai, akan dilanjutkan oleh tokoh agama setempat.
Selain kitab risalatul mahidl, peserta menyimpulkan masalah” yang berhubungan dengan haidl melalui skema sederhana yang bisa dengan mudah difahami.

PHBS, bukan lagi sekedar Kewajiban tapi Kebutuhan.

By :

Dosen dan Mahasiswa KPM Kedunggalih

Menghadapi musim penghujan memerlukan persiapan ekstra, tak terkecuali bagi siswa-siswi di SDN kedungglugu. Terlebih musim penghujan kali ini bebarengan dengan musim UAS, yang mana pesertanya tak hanya harus mempersiapkan pikiran, namun juga kondisi kesehatan.

Berkaitan dengan hal tersebut, peserta KPM bekerja sama dengan Kepala sekolah dan Guru di SDN kedungglugu untuk mengorek kembali ingatan dan mofivasi anak didiknya terkait pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kami sebut mengorel kembali sebab dahulu sudah pernah ada sosialisasi semacam ini dari Puskesmas, namun saat ini realisasi dan efeknya masih tergolong kurang terlihat.

Sosialisasi yang dilakukan peserta KPM meliputi penyampaian materi cuci tangan dan sikat gigi dengan baik dan benar yang disampaikan dengan cara yang menarik dengan didukung video yang interaktif serta permainan dan hadiah yang dapat menarik antusiasme peserta sosialisasi. Tidak hanya materi, setelahnya seluruh peserta yang berjumlah 60an siswa ini diajak praktik bersama, hal ini dimaksudkan agar peserta tidak hanya mendengarkan materi, namun mengetahui bagaimana pelaksanaannya.

“Sosialisasi semacam ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, juga bagi guru agar lebih termotivasi untuk ikut serta dalam menjamin keberlanjutan kegiatan” Ujar Bapak Masluri, Kepala SDN kedungglugu yang ditemui peserta KPM setelah kegiatan sosialisasi.

Harapan dari semua pihak setelah sosialisasi dilaksanakan adalah PHBS bukan lagi menjadi kewajiban yang dijalankan karena suruhan apalagi paksaan, namun menjadi sebuah kesadaran untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari siswa baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Memantik Semangat Belajar Al-Qur’an Sepanjang Hayat

By :

Dosen dan Mahasiswa KPM Kedunggalih

Al-qur’an merupakan sumber utama dalam menginterpretasikan kehidupan manusia yang beradab. untuk memahaminya, maka perlu dibiasakan untuk membaca dan menelaahnya. salah satu kegiatan KPM adalah pendampingan membaca al-Qur’an. latar belakangnya adalah bahwa kegiatan membaca al-Qur’an sudah banyak ditinggalkan. hal ini sangat disayangkan, dikarenakan para pemuda dan penduduk desa lebih banyak sibuk dalam urusan duniawi.

“Hanya beberapa orang mbak yang sudah bisa baca Al-Qur’an jadi kalo khataman ya ndak banyak yang datang, dulu sudah pernah diajak belajar, tapi ndak bertahan lama kegiatannya” kalimat ini yang dilontarkan Ibu Samini selaku Pengurus Muslimat ketika peserta KPM melakukan Ansos dan bertanya kepada beliau terkait kegiatan keagamaan di Dusun Kedunggalih. Fakta ini memunculkan gagasan untuk mengajak kaum ibu di sekitar lokasi live in untuk belajar mengaji bersama. Sebuah tantangan bagi peserta KPM yang biasanya mendampingi mengaji anak-anak, bagaimana membangun motivasi ibu-ibu agar tidak ragu apalagi malu belajar lagi dari nol. Namun hal ini tentu tidak menyurutkan niat peserta KPM untuk mengabdi dan melaksanakan program.

Di tengah kegalauan pelaksanaan program, sebuah kabar baik datang &”Mbak, ini sudah ada beberapa ibu-ibu yang berminat belajar ngaji” melalui pesan singkat Bu Samini yang merupakan aktor sekaligus partner peserta KPM memberikan angin segar dan membangkitkan keyakinan serta semangat peserta KPM yang sudah beliau anggap anak-anaknya sendiri.

Pelaksanaan pembinaan baca al-Qur’an ini dilaksanakan setiap hari sehabis jamaah sholat maghrib, pesertanya memang tidak terlalu banyak, namun kami (peserta KPM dan aktor) meyakini bahwa sedikit orang ini nantinya akan mampu mengajak warga yang lain untuk belajar bersama. Hal ini dibuktikan dengan sudah dilakukannya koordinasi dengan tokoh agama setempat beberapa hari setelah pembinaan dimulai, bahwa program keagamaan ini pasti akan dilanjutkan dengan serius.

Wujud dari keseriusan ini adalah beberapa hari setelah kepulangan peserta KPM, bagian humas menerima foto kegiatan &”Pembukaan Pengajian Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu warga dusun Kedunggalih” yang dipimpin langsung oleh Bpk. K. Mustain dan dihadiri oleh tokoh agama hingga tokoh pemuda.

“Alhamdulillah sudah dibuka secara resmi oleh Bpk. Kyai di gedung belakang Masjid, insyaalloh dibimbing oleh bapak Kyai dan dibantu Mbak-mbak dari TPA, Terimakasih mbak ini juga atas inisiatif dan kerja keras sampean semua, doakan semoga bisa istiqomah” syukur luar biasa tidak hanya terucap dari warga Kedunggalih, namun juga seluruh peserta KPM dan DP-DPL Kedunggalih.

Kesuksesan program keagamaan ini semoga selalu menjadi motivasi, tidak hanya bagi warga Kedunggalih, namun bagi seluruh pihak yang terlibat, bahwa belajar tidak berhenti setelah sekolah tamat, namun benar-benar sepanjang hayat.