Home » 2018 » November » 20

Daily Archives: November 20, 2018

Jalan Kesuksesan Yang Terjal

Mu’arifah

 

Kebahagiaan bukan milik orang yang punya banyak hal, tapi milik orang yang selalu bersyukur walau punya sedikit hal Anonymous

Kedungglugu, dusun kecil padat penduduk di Ds. Kedungglugu Kec. Gondang Kab. Nganjuk. Jalanan rusak dan gapura tua yang roboh berlumut adalah tanda masuk dusun ini.

Dusun dimana anak-anak ketika ditanya “siapa kita?” dengan semangat masih menjawab “INDONESIAA”

Bahagia, tentu saja anak-anak menikmati yang mereka sebut jalan ter_jendul-jendul ini. Jalan yang memecahkan telur pedagang sayur, karena batu yang menonjol ke permukaan. Jalanan tanpa lampu yang gelap saat malam dan licin saat hujan.

Namun jalanan rusak tidak selamanya bisa menjadi alasan. Karena bergerak dan berkembang adalah tujuan.

Saat tidak bisa merubah keadaan, bertahan dalam keterbatasan adalah tantangan. Bahagia dalam kekurangan adalah pilihan.

Lagi-lagi bersyukur adalah kata yang tepat menggambarkan perasaan bahagia tak ternilai bagi peserta KPM STAIDA kelompok kerja Kedungglugu. Sepuluh hari pengabdian ini seperti merangkum makna kehidupan.

Tidak banyak yang kami beri, namun banyak sekali yang kami dapat. Perpisahan hari ini adalah awal sesungguhnya perjuangan.

Kedungglugu, 19 November 2018

Dont You Remember

 

Warga mengucapkan selamat tinggal dan terimakasihnya, anak SD berdatangan membawa surat yang mereka tulis sendiri atau kado sederhana untuk disimpan. Kalian akan terharu dan menangis lagi, ada juga yang memaksakan diri untuk tegar. bahkan ada yang mendoakan, semoga bannya mobil, sehingga kakak KPM tidak balik.

Lalu, tiba saatnya  pulang meninggalkan desa, rasanya ada sesuatu yang hilang ketika  melewati batas desa. Bukan masalah barang-barang kecil atau potongan sabun yang sengaja ditinggalkan di sana.  Tapi lebih kepada hati yang tertinggal di lokasi KPM beserta kenangan yang terselip di dalamnya.

Dan kita tak akan malu untuk menangis, mengenangnya.

Hati Yang Tertinggal

Wajah mentari tampak cerah menawan
Seolah mengerti ada hati yang resah
Emosi mulai membuncah
Asa masih tergambar indah

Kalau orang bilang bertemu pasti  ada pisah
Maka itu sungguh tak ada salah
Kali ini giliran kita
Berkaca-kaca pada mata

Taukah kau sahabatku
Apa yang harusnya menghiburmu
Kala satu persatu jejak kaki menghapus bekas
Seolah tak pernah ada napak tilas

Bayangkan dalam anganmu
Kita pergi untuk sesuatu yang baru
Bukankah bergerak tanda hidup
Bukankah terus di sini itu tak cukup

Untuk kehidupan yang baru
Ku sambut dirimu penuh haru
Untuk kenangan yang lalu
Engkau tetap di hatiku

Selamat berpisah kawan
Meneruskan mimpi yang sempat tertahan
Andai jasad masih dikandung badan
Bukan mustahil sebuah pertemuan