Home » 2018 » November » 17

Daily Archives: November 17, 2018

TEGURAN KASIH SAYANG BAGI PESERTA KPM

By :

M. Shinwanuddin

pada saat menjelang keberangkatan peserta KPM STAI Darussalam Krempyang Nganjuk Tahun akademik 2018, menuju Kecamatan Gondang. Ada yang unik dan menyita perhatian mahasiswa/i KPM STAIDA dalam sambutan Ketua LP3M Bapak Idam Mustofa,M.Pd. ditengah-tengah sambutannya mengakatakan bahwa ”ketika nanti waktu KPM saya mendengar ada keteledoran/ketidak harmonisan tim dalam menjalankan program & kegiatan KPM maka ingat & awas saja.!! saudara-saudara akan saya hujati dengan pisuhan”, serentak mahasiswa/i terpelongoh atas kata-kata tersebut. (pungkasnya, 9 Nopember 2018).

Namun berbeda bagi PokJa Mojoseto 1 ( mo_se1 ) dalam menyikapi hal tersebut, bahwa Pisuhan yang diucapkan ketua LP3M adalah Pisuhan yang ber-aroma-kan motivasi, semangat & cinta, sehingga dapat memberikan shock therapy pd para mahasiswa agar program & kegiatan benar-benar terlaksana dengan baik serta sesuai target yang diharapkan.

Tentu shock therapy memang harus diberikan agar para mahasiswa maupun mahasiswi mempunyai rasa tanggungjawab lebih terhadap tugas individu maupun tugas kelompok serta program yang dicanangkan pada awal KPM masing-masing PokJa dapat terealisasi dan tepat sasaran.

Shock therapy itu namanya adalah pisuhan yang ber-aroma-kan motivasi, semangat & cinta.

_Mo-se_1 #1_komando☕
15 Nopember 2018

Belajar Bersama Kakak KPM

By :

Siti Maryam QA

Selama sepekan ini, pemandangan posko 3 Kedungglugu sehabis maghrib ramai dengan anak-anak. Berasal dari siswa berbagai tingkatan datang ke posko. Mulai anak-anak Paud, TK sampai MI dan SD.

Keriuhan anak-anak itu menambah semangat para mahasiswa KPM menemani mereka belajar. Ada yang membawa tugas PR mereka, ada pula yang sekedar ingin bermain sambil belajar bersama para kakak KPM STAIDA.

Sayangnya kebersamaan ini tinggal menghitung hari. Tiga hari lagi para kakak KPM STAIDA akan kembali ke kampusnya. Tentunya meninggalkan kenangan di hati para adik-adik di sini.

Namun tak apa, kakak-kakak KPM akan meninggalkan semangat belajar pada mereka. Pendirian Rumah Baca Alam Al-‘Aly di Kedungglugu diharapkan merawat semangat itu. Nanti sepulang kakak-kakak KPM STAIDA adik-adik lah yang merawat dan memanfaatkannya.

Kedungglugu, 16 Nopember 2018

Melukis Bersama Santri

By :

Ulfa Farikha

Slah satu kategori festival santri yaitu lomba Mewarnai. merupakan bentuk kgiatan kreatifitas. Dimana anak di ajak untuk memberikan satu atau bberapa goresan warna pada suatu bntuk atau pola gambar. Shingga trciptalah sebuah kreasi seni yg mnimbulkan kserasian dn keseimbangan warna. Antusis mereka bgtu luar biasa santri TPQ Al.hikmah brsama kami pokja kedunggalih.

Mengaji dan Mengkaji Arbain Nawawi

By :

Wasi-Moe

salah satu kebutuhan manusia selain jasmani adalah rohani. hal ini harus seimbang agar manusia bisa menjadi insan kamil. oleh karena itu, Mahasiswa KPM STAIDA 2018 mengadakan Pengajian bersama ibu2 jamaah masjid firdaus… yang menjadi rutinitas setiap jumat malam sabtu… adapun kitab yang dikaji kitab arbain nawawi. diharapkan dari pengajian ini, masyarakat dapat lebih memahami dan mempraktekkan nilai nilai keislaman.

Leadership Di Senjayan

By :

Wasi-Moe

 

Karena semangat kita tak kenal waktu….. pemuda-pemudi dari organisasi yang ada di Desa Senjayan masih semangat mengikuti seminar yang bertema Kepemimpinan dan Kaderisasi Organisasi…. dengan berbekal semangatnya untuk memperoleh ilmu seputar Kepemimpinan dan kaderisasi diharapkan bisa memajukan organisasi yang ada…. karena usaha tak pernah menghianati hasil…

Minat Masyarakat Membludak

By :

Yusuf Hamidi

Program ke empat Pokja PeGe berlangsung lancar malam ini, tema keagamaan ini bertajuk “Pelatihan Perawatan Jenazah dalam Upaya Menangkar Hukum Fardlu Kifayah” di dusun Pilangglenteng.

Program ini digelar dengan alasan semakin minimnya para warga yang mampu dan mau merawat jenazah jika ada warga yang meninggal. Secara kebetulan modin yang biasa bertugas berada jauh di dusun sebelah, sehingga urusan perawatan jenazah biasa dilakukan oleh tokoh agama setempat, beliau Bapak Mat Badri dan dibantu beberapa warga. Memperbanyak generasi yang mampu melaksanakan fardlu kifayah menyemangati dihelatnya pelatihan ini.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta dari warga PeGe. Semua peserta merupakan deretan nama pilihan yang ditunjuk langsung oleh kiai setempat (Pak Mat Badri). Peserta yang pada awalnya ditargetkan oleh panitia hanya 12 warga bertambah menjadi 18 warga yang hadir, sebuah respon di luar prediksi dan cukup menggembirakan meski sedikit menjadikan penjab kegiatan kelabakan.

Pemateri pada kegiatan ini dipandu dan diisi langsung oleh bapak Modin desa Karangsemi, beliau Bapak Muhaimin. Penjelasannya yang simpel, jelas dan praktis menjadikan peserta pelatihan bersemangat dan hidmat dalam menerima materi.

Semoga dengan terselenggaranya program ini dapat menumbuhkan kepedulian dan kemampuan para warga dalam penanganan perawatan jenazah dan fardlu kifayah tetap terlaksana. Amin.

PeGe, 16/11/2018
#PeGe.jaya

Master Piece of Pieces

By :

Seniman Ndeso

Pada malam hari ada yg sdikit unik dlm acra kenduri cinta sholawat Desa Mojoseto & peserta KPM kordes Mojoseto , yaitu ada slah pemudi masyarkat yg tertarik &trdorong dg kegiatan KPM mulai dri paud,skolah dasar, hingga melatih hadroh ibu² muslimat yg sempt brhenti berkali² krna adanya kendala. Dari tak kenal menjadi,  dari kenal msyarakt menjadi dekat. KPM tematik 10 hri akn usai hanya tinggal kenangan indah datk terlupakan bersma kluarga selama 10 hri

INTERNALISASI NILAI-NILAI KEISLAMAN VIA USWAH KENABIAN

By :

Yusuf Hamidi

 

PeGe, 17/11. Salah satu agenda Semarak Miladi Pokja Pilangglenteng (PeGe) adalah acara penyampaian sejarah beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dikemas dengan acara Nobar Film Islami di SDN 3 Karangsemi sekaligus peringatan Maulid Nabi.

Hal itu didasari dan disadari bahwa penyampaian nilai-nilai keislaman yang dibawa oleh Rasulullah SAW akan sangat mudah diterima oleh para siswa jika disampaikan melalui audio-visual dibanding hanya dengan bercerita saja.

Pemutaran kisah kelahiran Nabi sekaligus sejarah perkembangannya semakin tersematkan dalam pikiran dan hati setelah inti dari film yang diputar juga disampaikan melalui power point, mengingat daya tangkap dari para siswa setingkat SD juga masih terbatas.

Untuk menjaga kesemangatan siswa, di jelang akhir acara juga diberikan kuis seputar film yang barusan diputar. Bebarapa souvenir cantik dan unik diberikan bagi para siswa yang dapat menjawab soal-soal yang dilontarkan kakak-kakak peserta KPM sebelum ditutup dengan acara “Grojokan Rohani” dan do’a (kesemuanya diisi oleh peserta KPM) kemudian dilanjutkan dengan makan-makan bersama-sama.

Dalam acara tersebut juga disiapkan brosur pondok dan madrasah Krempyang jika ada para peserta didik yang menghendaki untuk memintanya atau bisa berhubungan langsung pada kakak-kakak di basecamp.

PeGe. 17 Nop. 2018
PeGe.jaya

Berkarya dengan Optimal

By

Mas Mus

Berorientasi pada minimx anggaran KPM 2018, itu tidak berarti minimx pula inovasi n kreatifitas mahasiswa KPM pokja Kalangan untuk berkarya, memunculkan idea, n mengimplementasikan bakat, n keilmuan xg kami dapatkan, berawal dr masukan dr verifikator ketika berkunjung ke bascame, untuk menghemat penganggaran program n kegiatan, terbesit berjuta idea n gagasan untuk kami tyus berkarya di masyarakat kalangan tercinta.

Sebentar, Tapi Berkesan

By :

Seniman Ndeso

 

Sepuluh hari adalah waktu yang teramat sangat luar biasa bagi mahasiswa/i KPM STAI Darussalam dalam perhelatan KPM Tematik berbasis ABCD. akantetapi teramat sangat sedikit bagi masyarakat secara luas yang didatangi peserta KPM terhadap manfaat yang diterima.

Setiap tokoh agama dan tokoh masyarkat yang di sowani peserta KPM, untuk penggaliaan informasi & silaturahim pasti disela-selanya terselip pertanyaan ”kenapa hanya 10 hari..?” tentu semacam pertanyaan ini bukan ranah para mahasisiwa/i KPM untuk menjawab. Namun tak kurang strategi mahasiswa memberikan jawaban lewat senyuman sambil mencari meneruskan maksud adanya KPM dilaksanakan. Artinya apa,? Bahwa masyarakat ada rasa keingintahuan sebarapa besar kontribusi yang akan dilakukan KPM terhadap manfaat yang ditrima oleh masyarakat selanjutnya.

lagi-lagi sepeluh hari begitu cepat dirasa sedangkan manfaat diterima tak sebegitu besar yang dirasa. bagi peserta KPM selama 10 hari ditargetkan adanya follow up harus maksimal & terarah.

Sepuluh hari yang di follow up peserta KPM Tematik & sepuluh hari yang di follow up oleh MKPM (Masyarakat Kuliyh Pengabdian Mahsiswa) berbasis zauqie . Tentunya 10 hari yang diperebutkan antara peserta KPM & MKPM atas manfaat yang ditrima.

Sepuluh hari yang diperkusi, sepuluh hari yang terimplikasi secara tak wajar, sepeluh hari yang disalahkan. Harapan sepuluh hari yg terimplementasikan duapuluh hari, duapuluh hari yg berbuahkan tigapuluh hari. Maka follow up akan tercapai dengan pujian.

– one Moon one action –
Mo-$e 1