Breaking News
Home » Berita » TAK KU AMBIL BINATNYA
TAK KU AMBIL BINATNYA

TAK KU AMBIL BINATNYA

By : Yusuf Hamidi

Empat hari bermukim di Basecamp Pilangglenteng, tiga malam berturut-turut peserta KPM juga diundang untuk mengikuti kondangan hajatan masyarakat kampung layaknya penduduk setempat , itu artinya keberadaan peserta KPM sudah “dianggap dan diakui” bagian dari mereka.

Kesempatan emas tersebut juga dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk menggali dan mendalami lebih dalam aktivitas, karakter serta sikap dari objek dampingan demi kepentingan program mereka.

Namun di tengah aktivitas yang melibatkan hampir masyarakat satu dusun itu, dijumpai kebiasaan yang unik dan cukup menyita perhatian para mahasiswa, yaitu jika didapati binat (amplop yang berisi uang) di setiap “berkat” atau paket konsumsi yang diterima para tamu undangan, maka dengan bergegas masyarakat mengumpulkan “binat” itu pada satu orang yang telah dipercaya untuk membawa KAS keuangan, namun tetap diingatkan oleh pemuka agama bahwa pengumpulan tersebut hanya bagi yang mau dan ikhlas untuk menyedekahkan, tiada paksaan untuk mengumpulkannya.

Uang kas yang terkumpul itulah yang akan menyokong segala kegiatan keagamaan di dusun tersebut, hal itu terbukti dengan banyaknya dukungan masyarakat pada setiap program yang dijalankan oleh peserta KPM, baik kontribusi berupa sar-pras, konsumsi bahkan bisyaroh pengisi acara. Sebuah pembelajaran yang mahal dan berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*